Kamis, 21 Maret 2013 20:27 wib
Ilustrasi. (Foto: shutterstock)
JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW)
yang tergabung dalam Koalisi Tolak Kurikulum 2013 menilai ada
kejanggalan di dalam Kurikulum 2013 yang bakal diterapkan Juli 2013
mendatang.
"Untuk mengawasi keterlibatan, kami melihat kebijakan Kurikulum 2013 ada beberapa kejanggalan. Kami merasakan kerugian negara, anggaran Rp684 miliar meningkat mencapai Rp2,49 triliun," kata Peneliti Monitoring Pelayanan Publik ICW Siti Juliantari Rachman, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (21/3/2013).
Kendati tidak menyebutkan secara detail, Siti menambahkan, dengan adanya kejangalan dikhawatirkan kasus korupsi terjadi. "Kami menolak kurikulum karena pemerintah tidak mau mengulik masalah ini," tambahnya.
Ketua Federasi Serikat Guru Indonesia Retno Listyarti juga menambahkan, pelatihan guru terkesan sangat ambisius dan sangat tidak mungkin untuk dilaksanakan pada 40 ribu guru pelatih.
Seperti diketahui, ICW meminta KPK memantau pengelolaan anggaran Kurikulum 2013. Hal ini sesuai dengan tugas KPK yang melakukan tindakan pencegahan tindak pidana korupsi dan memonitor penyelenggaraan negara.(ade)
"Untuk mengawasi keterlibatan, kami melihat kebijakan Kurikulum 2013 ada beberapa kejanggalan. Kami merasakan kerugian negara, anggaran Rp684 miliar meningkat mencapai Rp2,49 triliun," kata Peneliti Monitoring Pelayanan Publik ICW Siti Juliantari Rachman, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (21/3/2013).
Kendati tidak menyebutkan secara detail, Siti menambahkan, dengan adanya kejangalan dikhawatirkan kasus korupsi terjadi. "Kami menolak kurikulum karena pemerintah tidak mau mengulik masalah ini," tambahnya.
Ketua Federasi Serikat Guru Indonesia Retno Listyarti juga menambahkan, pelatihan guru terkesan sangat ambisius dan sangat tidak mungkin untuk dilaksanakan pada 40 ribu guru pelatih.
Seperti diketahui, ICW meminta KPK memantau pengelolaan anggaran Kurikulum 2013. Hal ini sesuai dengan tugas KPK yang melakukan tindakan pencegahan tindak pidana korupsi dan memonitor penyelenggaraan negara.(ade)
0 komentar:
Posting Komentar