Definisi Sabar
Secara bahasa sabar berarti al-habsu ( menahan ) dan al-man’u ( mencegah ), yaitu lawan kata dari al-jaz’u ( keluh kesah ). Dikatakan: shabara shabran (صبر صبرا ,( maksudnya : tegar dan tidak berkeluh kesah.Shabara berarti: menunggu, shabara nafsahu berarti: menahan diri dan mengekangnya,shabara fulan: menahannya, shabartu shabran : aku menahan diriku dari berkeluh kesah.
Ada pula yang mendifinisikan sabar adalah menyatukan antara pikiran dan
badan kita didalam tempat yang sama. Misalnya; Sehabis lelah bekerja
dalam perjalanan pulang kita terjebak macet, orang yang sabar berarti
pikiran dan badannya tetap berada ditempat dimana ia terjebak macet.
Kalau pikirannya melayang dan berpikir “wah kalau saja tadi tidak lewat
jalan ini saya tidak akan kena macet”, maka ini namanya mengeluh bukan
sabar lagi.
Orang yang sabar merupakan orang yang bertumpu pada proses dan menikmati
semua proses tersebut. Sehingga sabar juga merupakan ciri-ciri orang
yang memiliki kecerdasan emosi onal. Orang yang sabar itu mampu
mengendalikan dirinya dan menahan respons yang bersifat jangka pendek
untuk mendapatkan kenikmatan jangka panjang.
Sedangkan keluhan merupakan kesulitan didalam menerima sesuatu yang
terjadi, penolakan terhadap sesuatu yang ada pada diri kita. Ketika ada
kemacetan seperti pada contoh diatas, kita merasa badan dan pikiran
tidak berada dalam satu tempat sehingga timbul rasa mengeluh, akhirnya
kita pun tidak menikmati “proses” tersebut.
Definisi selanjutnya, Sabar adalah menahan
diri dari sesuatu yang tidak disenangi tepat ketika sesuatu itu terjadi
pertama kali. Misalnya ; Saat kita kejedot pintu, secara refleks kita
mengucapkan “Innalillah” atau diam saja. Namun kalau pertama kali itu
terjadi dan kita mengumpat,atau ngedumel maka ini bukan sabar
namanya,meski setelah dipikir-pikir akhirnya dapat menerima, tetap saja
bukan sabar namanya melainkan ridho/rela. Harus diingat Sabar itu
penerimaan kita saat pertama kali musibah itu datang.
Jelaslah bahwa makna sabar adalah mencegah dan menahan diri dari
berkeluh kesah saat pertama kali hal yang tidak kita senangi datang,
menahan lisan dari mengeluh, dan anggota badan dari mengamuk,seperti
menampar pipi, merobek saku baju , membanting pintu dan semisalnya.
Hakikat Sabar
Hakikat sabar adalah akhlak utama yang merupakan bagian dari akhlak jiwa
yang mampu menahan pemiliknya dari perbuatan yang tidak baik dan tidak
senonoh. Sabar merupakan kekuatan jiwa yang dengannya jiwa menjadi baik
dan tingkah laku menjadi lurus. Dan kekuatan ini menjadikan manusia
mampu menahan jiwanya untuk memikul berbagai bentuk kelelahan, kesulitan
dan penderitaan.
0 komentar:
Posting Komentar